Atletico Masih Layak Ditakuti

Prediksi bola Jitu, cmidn.asia – Atletico Madrid adalah finalis Liga Champions musim lalu. Kendati ada tim-tim lain yang dijagokan menjadi juara, Atletico tetap layak diperhitungkan.

Orang-orang boleh menyebut Barcelona, Real Madrid, Bayern Munich, hingga Juventus sebagai tim kandidat juara Liga Champions. Tapi, musim lalu, Atletico melaju ke final dengan menyingkirkan dua dari empat kesebelasan yang disebut sebelumnya.

Menariknya, Atletico tidak meluncur dengan mulus hingga ke final. Di babak grup, misalnya, mereka sempat dikalahkan Benfica dan ditahan imbang tim debutan, Astana. Bahkan, untuk lolos ke babak perempatfinal pun, Atletico harus bertarung sampai babak adu penalti dengan PSV Eindhoven.

Lalu, simak bagaimana mereka menyingkirkan Barca dan Bayern –masing-masing di babak perempatfinal dan semifinal. Satu kali mereka dikalahkan Barca (di Camp Nou), satu kali pula mereka dikalahkan Bayern (di Allianz Arena). Los Colchoneros menang agregat tipis 3-2 atas Barca dan unggul agresivitas gol tandang atas Bayern.

Ada kesan pragmatis yang dimunculkan Atletico. Dalam sebuah turnamen yang bertahap (sedikit berbeda dari kompetisi liga yang bermain konstan setiap pekan, sehingga menjadikannya mirip maraton panjang –bukan adu sprint), Atletico memasang pola pikir “setahap demi setahap” dan tidak berusaha untuk berpikir terlalu jauh.

Simak ucapan Simeone setelah Atletico menang 1-0 atas PSV Eindhoven dimatchday I, Rabu (14/9/2016) dini hari WIB: “Kami telah berusaha keras, ini adalah laga tandang ketiga secara berurutan buat kami, setelah Leganes dan Vigo. Kami pulang dengan membawa hasil yang menyenangkan, walaupun amat disayangkan kami tidak bisa menyudahi pertandingan lebih cepat lewat serangan balik.”

Simeone menyebutkan bahwa timnya belum tampil sempurna, tapi kemenangan tetaplah sesuatu yang perlu disyukuri. Singkatnya, Simeone seperti berkata “biarlah belum sempurna, yang penting menang dulu.

PSV, sesungguhnya, memang tim yang gigih. Sebagai pelatih, Phillip Cocu, kerap menempatkan gelandang-gelandang disiplin seperti Jorrit Hendrix, Andres Guardado, dan Davy Propper, serta menempatkan pemain lincah seperti Luciano Narsingh di lini depan.

Berkaca pada perjalanan mereka di Liga Champions musim lalu, Atletico memang jitu dalam merespons situasi dan bergerak sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Paham bahwa menang di kandang Bayern cukup sulit, mereka cukup mencuri satu gol tandang. Itu pun sudah cukup untuk mengantarkan mereka ke final.

Sekarang, ketika dirinya paham bahwa start timnya di La Liga tidak terlalu mulus –diawali dengan dua hasil imbang, 1-1 dengan Alaves dan 0-0 dengan Leganes–, Simeone memilih untuk tetap tenang dan membiarkan timnya membangun momentum secara perlahan. Hasilnya, pada pekan ketiga mereka menang 4-0 atas Celta Vigo.

Faktor keserbabisaan pemain itu membuat Atletico dengan mudah menyesuaikan diri dengan situasi, dan oleh karenanya cocok dengan iklim kompetisi bertahap seperti Liga Champions. Hanya saja, minimnya kedalaman skuat membuat mereka sedikit kesulitan untuk menggapai gelar bergengsi.

Grup di mana Atletico tergabung di Liga Champions musim ini, Grup D, tidak bisa dibilang mudah-mudah saja. Selain PSV, mereka juga berada satu grup dengan Bayern dan FC Rostov. Okelah, di atas kertas Atletico diunggulkan atas Rostov, tapi jelas Bayern bukan tim yang bakal mudah dilewati begitu saja.

Pada matchday II musim ini, Atletico akan bertanding melawan Bayern di kandang mereka, Vicente Calderon. Kendati pun bakal main di kandang, Simeone tetap memasang sikap waspada.

“Menghadapi Bayern di kandang bakal sulit. Mereka adalah saingan berat. Tapi, untuk saat ini, kami akan menikmati hasil kerja keras kami (kemenangan atas PSV, red),” katanya seperti dilansir cmidn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *