islam slimani leicester city @cmidn

Islam Slimani Pembunuh FC Porto

Berita bola akurat, berita bola akurat malam ini, prediksi bola jitu, cmidn.asia –┬áLeicester City kembali tampil mengejutkan usai menang tipis atas FC Porto 1-0 di dalam Liga Champions, Rabu (29/9/2016) dinihari tadi. Ini merupakan kemenangan kedua pasukan Claudio Ranieri di Liga Winners usai menang 3-0 atas Club Brugge dua pekan lalu.

Kemenangan atas FC Porto terjadi berkat goal tunggal striker Aljazair, Islam Slimani. Striker berusia 28 tahun ini mencetak goal di menit 25 selesai menyambut umpan Riyad Mahrez.

Usut punya usut, mencetak gol ke gawang Porto ternyata bukan hal anyar bagi Slimani. Bahkan, ia dijuluki Si Pemenggal Naga (The Dragon Slayer) dikarenakan rajin membobol ke gawang Porto. Naga (The Dragon) sendiri memang julukan FC Porto.

Sebelum bergabung dengan Leicester, Slimani bermain buat rival Porto di Liga Portugal, Sporting Lisbon. Soal mencetak gol ke gawang Porto, Slimani telah mencetak enam gol ke gawang Porto.

Gol pertama Slimani ke gawang Porto berlangsung pada Maret 2014. Sumbangan satu golnya ke gawang Porto membuat Sporting unggul 1-0 di markas Sporting, Estadio Jose Alvalade.

Slimani sempat gagal mencetak goal lawan Porto di musim 2014/15, Slimani kembali menjadi momok Porto usai memborong dua gol kemenangan 2-0 Sporting atas porto, Januari 2016. Slimani hanya wajib tiga bulan untuk balik membobol gawang Porto.

April 2016, kedua tim berjumpa kembali. Di sini, Slimani lagi-lagi memborong dua diana. Sporting pun menang 3-1 atas Porto yang main di depan suporternya sendiri di Estadio Do Dragao.

Satu gol terakhir ke gawang Porto ia persembahkan untuk Sporting pada Agustus 2016. Satu gol ini membuat Sporting menang 2-1 atas Porto. Slimani sendiri tak lama kemudian hijrah ke Leicester.

Keputusan Ranieri memboyong Slimani terbukti ampuh. Di pertandingan melawan Porto dinihari tadi, ia membuktikan kalau julukan Si Jagal Naga memang tepat baginya. Leicester tentu berharap, Slimani bisa terus produktif, mengingatkan masih banyak ‘naga’ yang lain yang harus dijagal.

Lebih lagi, Leicester merogoh kocek sehingga 30 juta poundsterling atau Rp504 miliar tuk memboyongnya. Itu merupakan transfer termahal sepanjang sejarah Leicester.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *